Senin, 10 Oktober 2011

SAPTA TIMIRA


SAPTA TIMIRA







PENGERTIAN SAPTA TIMIRA

Kata sapta timira berasal dari bahasa sansekerta dari kata “sapta”yang berarti tujuh, dan kata “timira yang berarti gelap, suram, (awidya). Sapta timira berarti “tujuh kegelapan” adalah tujuh unsur atau sifat yang menyebabkan pikiran orang jadi gelap.
Ketujuh unsur kegelapan tersebut ada pada setiap diri manusia. Sifat awidya yang ada pada diri manusia apa bila tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai macam tindakan kejam,seperti marah,kejam,denki,iri hati ,suka mempitnah,merampok dan yang lainnya. Semua sifat dan tindakan itu adalah bertentangan dengan agama yang disebut,sifat prilaku Adharma .                                                                                             


BAGIAN-BAGIAN SAPTA TIMIRA

-          Dhana :artinya memiliki kekayaan
-          Guna :artinya meliki kepandaian
-          Kulina : artinya keturunan
-          Surupa : artinya kecantikan atau ketampanan
-          Yohana : artinya masa remaja/ masa muda
-          Sura :artinya minuman keras
-          Kasuruan :artinya sakti dan berani

UPAYA UNTUK MENGHINDARI DAMPAK NEGATIF DARI SAPTA TIMIRA
     
            Agar kita terhindar dari kemabukan atau kegelapan,hendaknya kita selalu berusaha untuk mendangendalikan diri dan ber disiplin sehingga mendatangkan keselamatan dan kesejahtraan. Adapun disiplin-disiplin dan pengendalian diri tersebut adalah:
Panca Yama Bratha adalah lima cara unyuk mengedalikan diri antara lain:
a.       Ahimsa: tidak menyiksa
b.      Brahma cari: tidak melakukan hubungan badan selama masa menuntut ilmu
c.       Satya: menepati janji
d.      Awyawaharika: melukan usaha berdsarkan ketulusan
e.       Asteya: tidak curang dan tidak mencuri
Panca Nyama Brata, artinya lima macam disiplin dalam memupuk kebiasaan yang
baik diantaranya adalah:
a.       Akroda : tidak di kuasai oleh  kemarah
b.      Guru susrusa :artinya selalu hormat, tekun melaksanakan tuntunan guru
c.       Sauca: artinya suci lahir batin
d.      Aharalagawa :selalu mengatur jenis dan waktu makan tidak berlebihan.
e.       Apramada: artinya taat, tidak sombong memplajari ajaran suci agama
Dasa Yama Bratha adalah sepuluh macam disiplin pelksanaankesusilan, bagian-
bagiannya:
a.       Dana artinya memberi sedekah
b.      Ijya, adalah menyembah kepada Sang Hyang Widhi
c.       Tapa, artinya mengembleng diri untuk menimbulkan daya tahan
d.      Dyana, artinya tekun memusatkan pikiran kepada Sang Hyang Widhi
e.       Swadhyaya artinyamemehami ajaran suci
f.       Upustanigraha, artinya menendalikan hawa nafsu
g.      Brata atinya taat akan sumpah
h.      Upawasa artinya berpantang dan berpuasa
i.        Mona artinya membatasi ucapan seperlunya saja
j.        Srana artinya melakukan penyucian diri
Uraian tentang tuntunan susila di atas, hanya akan bermanfaat bagi seseorangapabila dilandasi dengaan ajaran tri kaya parisudha,yaitu tiga dasar prilaku yang hsrus disucikan. Bagian- bagian tersebut adalah manacika, wacika dan kayika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar